Wednesday, April 21, 2010

Jasa Kuras WC Buang Limbah ke DSDP

Radar Bali [Jum'at, 12 Maret 2010]. KUTA - Beberapa truk jasa kuras WC yang biasanya beroperasi di kawasan Kuta membuang limbahnya kesaluran DSDP di Jalan Dewi Sri Kuta. Truk penguras septic tank rumah warga tersebut seperti biasa beroperasi, lantas limbah atau tinja yang telah dikuras itu langsung dimasukkan ke dalam saluran Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) dengan cara membuka penutup yang ada di jalanan.

Akibatnya, warga setempat pun mengeluhkan kondisi tersebut. Pertama mengganggu lalu lintas, karena beraktivitas membuang tinja ke jalanan. Dan kedua masalah bau tinja yang menyengat warga setempat. Keluhan itu pun langsung disampaikan kepada Ketua LPM Legian, Anak Agung Oka Fariana.

"Seminggu yang lalu ada warga yang mengadu mengenai ulah sopir jasa kuras wc yang membuang limbahnya ke saluran DSDP," ujar Oka Fariana di kantor Camat Kuta kemarin (11/3). Setelah menerima pengaduan dari warga tersebut, aparat desa bersama dengan Linmas Kelurahan Legian langsung melakukan pengecekan kelokasi yang dimaksud. "Untuk memantau itu perlu waktu. Akhirnya setelah ada petugas kami yang berjaga, ternyata benar, ada sopir yang buka tutup DSDP dan buang limbah disana," ujar Fariana yang asli Legian itu.

Mendengar laporan dari aparatnya, tim LPM pun langsung mengambil tindakan dengan cara menegur mereka. Parahnya, setelah ditegur, para sopir yang beraksi siang bolong dan tidak kucing-kucingan itu langsung menyodorkan surat-surat yang menyatakan bahwa pembuangan limbah kesaluran DSDP sudah ada izinnya. Aparat pun langsung mundur satu langkah, sembari menghubungi Lurah Legian, Kompyang Gde Wibawa. Saat dikonfirmasi Radar Bali, Lurah Legian menyatakan bahwa saat itu langsung menghubungi pihak DSDP. "Kami langsung menghubungi DSDP. Kami mempertanyakan kenapa yang lain langganan DSDP tapi malah jasa kuras WC punya izin buang kesaluran mereka?" ujar Kompyang Wibawa.

Namun setelah dicek ke DSDP, pihaknya hanya memberikan izin bagi jasa kuras WC hanya untuk di kawasann Suwung. Bukan di jalan besar dan jalan protokol lainnya. "Menurut mereka ada kerja sama dengan jasa kuras WC. Tapi untuk pembuangannya bukan dilakukan pada jalan besar, hanya di Suwung saja," ujarnya.

Meski demikian pihak Kelurahan yang mendapatkan data dari jasa kuras WC, menduga ada permainan dalam tubuh DSDP. Mengingat antara sopir dengan pengeluar izin bisa saja menarik ongkos dari sana. "Kami akan melakukan penelusuran terkait masalah ini," ujarnya. (dra)
.::.
Mari kita jaga lingkungan Bali! Cukup dengan BIOMARS kuras WC tanpa SEDOT!


Artikel terkait yang penting dibaca



0 comments:

Post a Comment

Template by : kendhin x-template.blogspot.com