Wednesday, March 24, 2010

Pencemaran Air Tanah Akibat Pembuangan Limbah Domestik di Lingkungan Kumuh

Di daerah Banjar Ubung Sari, Denpasar – Bali, pola penyebaran penduduknya tidak merata dan volume penduduk pendatangnya cukup besar. Hal ini mengakibatkan makin berkembangnya permukiman-permukiman yang kurang terencana dengan baik dan kurang terencana sehingga dapat mengakibatkan sistem pembuangan limbah rumah tangga seperti pembuangan limbah kamar mandi/wc dan dapur tidak terkoordinasi denganbaik. Limbah tersebut dapat berakibat pada pencemaran air tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya penyebaran beberapa penyakit menular.

Hasil penelitian terhadap air sumur yang berasal dari air sumur bor tidak mengalami pencemaran oleh bakteri, sehingga air sumur bor dapat dikonsumsi menjadi air minum. Untuk air yang berasal dari sumur gali sebagian besar tercemar oleh bakteri E.Coli dan bakteri Coliforms, sehingga air sumur yang berasal dari sumur gali sebagian tidak boleh dikonsumsi menjadi air minum. Tetapi sebagian besar (82,98 %) penduduk Banjar Ubung Sari memakai air dari PDAM untuk kebutuhan sehari-harinya.

Permasalahan pembuangan tinja dan air seni di daerah tersebut diatasi dengan direncanakan sebuah tangki septik yang terletak di gang/jalan, perencanaan ini dilaksanakan karena lahan yang dikuasai oleh penduduk sekitar tidak cukup untuk merencanakan tangki septik di halaman rumah. Selain itu, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah lingkungan hidup, masalah kesehatan penduduk sekitar,
dan untuk meringankan beban/biaya pengurasaan tangki septik bagi penduduk sekitar.

(Disarikan dari Jurnal Pemukinan Natah Vol.5 No.2 oleh Kadek Diana Harmayani dan I G. M. Konsukartha, Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana).

Artikel terkait yang penting dibaca



0 comments:

Post a Comment

Template by : kendhin x-template.blogspot.com