Monday, January 18, 2010

Pencemaran Air di Bali Makin Tinggi

Kapanlagi.com. Jum'at, 27 Oktober 2006 - Tingkat pencemaran atau kandungan polutan yang cukup tinggi pada air permukaan mengakibatkan masyarakat memilih air bawah tanah untuk memenuhi kebutuhannya.

"Pemanfaatan air tanah di masyarakat sebagai alternatif untuk mendapatkan air berkualitas disebabkan aliran air permukaan sekarang ini tingkat pencemarannya cukup tinggi," kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Propinsi Bali Ir AA Gede Alit Sastrawan MT, di Denpasar, Jumat.

Sastrawan mengatakan, masyarakat tidak lagi mengandalkan air permukaan, sebab air itu sudah mulai tercemar oleh sampah masyararakat dan pembuangan limbah pakaian jadi sembarangan, karena itu masyarakat memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Di sisi lain menurut Sastrawan, pengeboran sumur melewati batas acuan yang telah ditentukan pemerintah, juga menjadi ancaman pencemaran ke depannya.

Menurutnya, eksplorasi air tanah melalui sumur bor dan mesin pompa untuk kepentingan rumahtangga, industri, pertanian maupun pengusaha air dalam kemasan dapat mengakibatkan dampak yang paling luas serta pemulihannya sangat sulit.

"Sebagian besar masyarakat cendrung menggunakan sumur bor dan mesin pompa, selain efisien juga praktis," ujar mantan pengurus KNPI Bali.

Dia mengatakan, pengisian kembali air tanah ke dalam aquafilter adalah proses alami yang berjalan secara simultan sehingga dalam batas-batas tertentu pemanfaatannya akan dipulihkan.

Namun kondisi itu tergantung dari lapisan tanah, dan tidak jarang memerlukan waktu sampai ratusan tahun untuk pengisian airnya ke lapisan tanah tersebut.

"Tidak bisa kita bayangkan melihat proses pengisian air ke dalam lapisan tanah, memerlukan waktu ratusan tahun," ujarnya.

Untuk menghindari kesulitan air, katanya, pemanfaatan air tanah perlu dikelola secara bijaksana oleh semua pihak agar tidak hilang fungsi, termasuk juga mengindari adanya penebangan hutan, sebab hutan sebagai sumber untuk menahan air tanah. (*/erl)
sumber: kapanlagi

Artikel terkait yang penting dibaca



0 comments:

Post a Comment

Template by : kendhin x-template.blogspot.com